http://www.kamuitubeda.com/2013/05/16/kehilangan/
Manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki wajah, bentuk fisik, dan karakter yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak menghalangi kita untuk saling berinteraksi satu sama lain yang merupakan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Tetapi terkadang diantara kita sering adanya perselisihan yang terjadi akibat adanya kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya kita mempelajari kepribadian dasar manusia
Kepribadian manusia dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu

http://shortindie.blogspot.co.id/2013/10/tes-kepribadian-koleris-melankolis.html
- Sanguinis adalah seorang yang sangat suka bicara dan ingin terkenal
- Koleris adalah seorang yang dominan
- Plegmatis adalah seorang yang sangat tenang dan cinta damai
- Melankolis adalah seorang pemikir dan perfeksionis
Dari data di atas, saya akan menceritakan sedikit tentang diri saya sebagai seorang melankolis. Kepribadian ini mungkin diturunkan dari ayah yang kehidupan beliau serba teratur. Seperti waktu bangun tidur yang terjadwal, waktu untuk berolahraga, minum kopi, dll. Saya pernah mengalami hal yang serupa dengan ayah, bahkan lebih parah. Kejadian ini terjadi saat memasuki awal SMP. Waktu itu saya selalu berorientasi pada kejadian yang harus dilakukan sama dalam setiap harinya dengan kuantitatif. Contohnya ialah ketika pulang sekolah harus langsung mandi dan saya harus menyiramkan air sebanayak 10x ke tubuh saya setelah selesai mamakai sabun. Malamnya saya harus belajar hingga pukul 21.00 dan langsung tidur setelah mencuci muka. Kejadian seperti itu berlangsung setiap harinya dan merupakan sebuah keharusan untuk menjalaninya. Jika melanggarnya, pikiran saya akan langsung berubah menjadi kacau seketika. Bahkan terkadang saya langsung tidur untuk memulai hari baru, seperti mengulang game dari awal. Hal tersebut lambat laun berkurang dari diri saya dengan menerapkan motto yang silih berganti. Saya pernah menerapkan motto mendahulukan kewajiban daripada hak yakni semua hal yang merupakan kewajiban harus diselesaikan terlebih dahulu baru boleh menikmati hak. Kemudian berani karena benar takut karena salah yaitu semua hal yang akan saya lakukan haruslah benar dan memiliki alasan yang kuat. Akhir akhir ini motto yang saya gunakan adalah hasil yang optimal yang bermakna semua yang akan saya kerjakan haruslah mendapatkan hasil yang optimal sekalipun hal itu membutuhkan perjuangan yang keras. Sebagai penyeimbangnya adalah dengan menulis jurnal setiap harinya. Hal ini dapat membuat saya mengetahui prinsip prinsip dasar dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Beralih ke lain cerita, saya akan membahas 3 teman saya yang mewakili kepribadian sanguinis, koleris, dan plegmatis. Pertama adalah teman saya yang memiliki kepribadian sanguinis. Dia merupakan orang yang sangat suka berbicara, humoris, dan sangat bersahabat. Anak ini sangat suka jika dipuji dan diperhatikan oleh orang lain. Kedua yaitu koleris. Dia anaknya sangat dominan, cocok jadi pemimpin, dan merasa paling benar tambah lagi anak ini mudah marah. Yang terakhir yaitu plegmatis. Dia merupakan sahabat saya. Anaknya sangat santai, tidak suka pertikaian, dan sangat tenang. Saat sekolah dia merupakan anak yang langganan terlamabat masuk. Karena inti dari topik ini adalah melankolis maka saya akan membahas tentang kelebihan dan kekurangannya. Berikut kelebihannya
- Analitis dan penuh pikiran
- Bertujuan dan berorientasi pada jadwal
- Mau berkorban
- Perfeksionis
- Kalau sudah mulai akan dituntaskan
Kelemahannya
- Melihat masalah dari sisi negatif
- Mudah merasa bersalah
- Lebih menekankan cara daripada tujuan
- Hidup berdasarkan definisi
- Sulit bersosialisasi
http://restunuariputra.blogspot.co.id/2013/02/belajar-menghargai-orang-lain-belajar.html
Masing masing kepribadian memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada yang lebih unggul atau lebih rendah antara yang satu dengan yang lain. Maka dari itu kita harus menghargai orang lain. Jangan sampai perbedaan tersebut menjadi alasan untuk berbuat seenaknya sendiri
Dahsyatnya Kata Kata Menghipnosis Itu Sangat Mudah by Eric Siregar

0 Comment:
Post a Comment